Tampilkan postingan dengan label Cerpen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerpen. Tampilkan semua postingan

Pedagang Yang Jujur

Written By Ade Robby Hidayat on Selasa, 06 April 2010 | 09.58

Kisah ini diriwayatkan oleh Syaqiq Al Bakhli tentang kerja sama antara Abu hanifah dengan Bisyr. Dan ini merupakan contoh dari pedangang yang jujur, suatu sikap yang mulai langka dikalangan para pedagangyang selalu memburu keuntungan denagn segala cara.
Suatu hari Bisyr berdagang ke negri mesir dengan membawa potongan kain sutra, semua barang dagangannya itu diperoleh dari Abu Hanifah, diantara barang itu ada satu potong kain yang cacat dan hal itu diberitahukan kepada Bysir agar dikatakan terus terang kepada calon pembelinya, barang dagangan Bysir di mesir habis terjual,

termasuk sepotong kain yang cacat itu, tentu saja Abu Hanifah sangat gembira menerima laporan dan setoran uang hasil penjualan Bisyr, namun tiba-tiba Abu Hanifah menjadi sedih ketika mengetahui bahwa sepotong kain yang cacat itu ikut terjual tanpa si pembeli diberitahu keadaan kain itu sebenarnya dan kain itu di jual dengan harga biasa, "maaf aku telah lupa mengatakan kepada pembeli Abu Hanifah,"kata Bisyr. mendengar laporan itu, Abu Hanifah sangat menyesal. ia menyesal karena rezeki yang diterimanya itu menjadi syubhat (batas antara halal dan haram) gara-gara Bisyr lupa mengatakan keadaan sebenarnya barang yang dijual, maka Abu Hanifah membagi-bagikan uang 1.000 dinar hasil penjualan itu kepada fakir miskin, karena ia tidak mau rezekinya yang halal tercampur dengan barang yang syubhat.
09.58 | 0 komentar | Read More

Si Cecep

Written By Ade Robby Hidayat on Sabtu, 02 Januari 2010 | 08.54

Cecep adalah anak dari seorang petani di kampung halamannya. Selain sekolah dan mengaji dia juga suka membantu ayahnya disawah. Saat itu ayahnya berpesan kepada cecep, sambil menggunakan logat sunda,
Ayah : “cep engke upami cep engges angeng cep ntong gawe kawas abah nya,, bapa mah honyongna cep gawe di kantoran kawas batur” yang artinya cep nanti kalau sudah besar jangan kerja seperti bapa ya..bapa tuh maunya cep kerja dikantoran seperti orang-orang.
Cecep : “nya pa, engke lulus sakolah cep erek ka Jakarta, erek gawe di kantor”
Yang artinya : iya pa, nanti lulus sekolah cep mau ke Jakarta, mau kerja di kantor.
1 tahun kemudian cecep pun lulus sekolah.
Cecep pun dari kampung langsung pergi ke Jakarta, lalu melamar kerja di sebuah perusahaan asing di sana. Padahal bahasa Inggrisnya asli pas-pasan menuju babak belur...tapi dia nekat demi membahagiakan ayahnya, si Cecep pun melamar juga. Lalu ia disodori formulir berbahasa Inggris.
Serentak dia terkejut dan mengeluarkan suara dengan menggunakan bahasa sunda,
"Euleuh...euleuh....bahasa Inggris, euy! Cecep mah nte ngartos,," Tidak panjang lebar Cecep langsung ngisi formulirnya:
NAME : CECEP KASEP PISAN
ADDRESS: Jl. CIKUMAHA No. 21
PHONE : 0856965XXXX
AGE : 18
SEX : ....
Sejenak si Cecep berpikir mengernyitkan dahinya, "Walah... eta teh kata pak ustad tidak boleh ini mah... pamali! Kumaha iye the?? (sambil menggarukan kepalanya)
jawabnyah ?"
Akhirnya Cecep yang polos itu mengisi dengan sejujur-jujurnya...
SEX: NEVERRR!!!
08.54 | 0 komentar | Read More

Ayam Jago

Written By Ade Robby Hidayat on Jumat, 06 November 2009 | 07.42


Ada sebuah desa yang disana terdapat peternakan ayam kampung, lalu dipeternakan itu ada 11 ayam, diantaranya 10 ayam (betina) dan 1 ayam jago (jantan) yang umurnya sudah tua sekali (sudah mendekati ajalnya)
Karena merasa ayam jago yang tua tadi sudah melewati masa produktifnya, maka si pemilik peternakan bernama IPUL memutuskan untuk
membeli lagi 1 ayam jago yang masih muda, tentu saja hal ini membuat si ayam jago tua menjadi merasa tersaingi.
Lalu dihari itu pun ke dua ayam gajo itu bertemu.
Si Tua: Eh, kamu jangan serakah ya.. ayam betinanya kan ada 10, kamu boleh ambil yang 8 sedang aku yang 2 ekor saja.
Si Muda: Tidak bisa. Kamu kan sudah tua, sudah loyo dan sudah bau tanah,, jadi mana mau ayam betina itu ama kamu, pokoknya semua buat aku saja.
Si Tua: Kalau begitu mendingan kita taruhan saja, siapa yang menang boleh ambil semua ayam betina yang ada disini.
Si Muda: Boleh!, kamu maunya apa?
Si Tua: Kita lomba lari 100 m.
Si Muda: Ok, siapa takut.
Si Tua: Tapi karena aku sudah tua, aku minta untuk lari dulu didepanmu 30 meter.
Si Muda: Boleh (dengan penuh keyakinan).

Lomba laripun dimulai. Ayam jago tua lari dulu 30 meter, baru kemudian ayam jago yang muda lari menyusul dengan kecepatan dua kali lipat dari ayam jago yang tua tersebut.
Ayam mudapun hampir bisa menyusul ayam tua, Lalu tiba-tiba si ayam jago muda menggelepar dan mati seketika ditembak oleh pemiliknya.
Sambil memungut ayam muda tadi, si IPUL sang pemilik pun menggerutu.

"AH SIAL, INI AYAM JAGO-HOMO KE SEMBILAN YANG AKU BELI BULAN INI.
DUNIA MEMANG SUDAH GILA, BUKANNYA MENGEJAR AYAM BETINA, MALAH MENGEJAR AYAM JAGO TUA INI.”
07.42 | 0 komentar | Read More